Gelar Investor Gathering, MNC Asset Management: 2019 Jadi Tahunnya Saham

29 Jan 2019, 19:39 WIB


JAKARTA – PT MNC Asset Management menggelar acara pertemuan dengan nasabah (investor gathering) yang bertemakan Capital Market Outlook 2019 & Managing Asset Quality pada hari ini. Dalam acara tersebut dihadiri nasabah Retail High Network dari MNC Asset Management.

Direktur Utama MNC Kapital Wito Mailoa mengatakan, acara ini sangat bagus untuk mengenal lebih dekat siapa saja nasabah dari MNC Asset. Di sisi lain ini juga dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada nasabah untuk memberi tahu mengenai kondisi perekonomian di tahun 2019.

"Saya mewakili MNC Kapital sangat senang hari ini MNC Aset melakukan investor gathering. Hal ini untuk memperbaiki dan mempererat hubungan dengan investor," ujarnya saat di Gedung MNC Financial Center Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Menurut Wito, lewat investor gathering ini juga diharapkan bisa menambah jumlah nasabah dan pengelolaan uang miliki nasabah di 2019. Pada tahun 2018, perseroan menargetkan dana kelola nasabah disekitar Rp8,5 triliun.

"Tentunya jumlah nasabah akan bertambah, jumlah uang juga menambah. Tentunya bisa mengerti kembali produk produk di MNC Asset. Tentunya bisa mendapatkan return dengan baik," katanya.
Sementara itu, Chief Marketing Officer MNC Asset Management Febriyani S Yahya mengatakan, diadakannya pemaparan komprehensif Capital Market Outlook 2019 & Managing Asset Quality merupakan bentuk komitmen MNC Asset Management untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah baik retail, insitusi dan agen penjual efek reksa dana (Aperd). Sekaligus juga sebagai wujud nyata dalam mengembangkan industri investasi reksa dana di Indonesia.

"Supaya nasabah lebih dekat dengan fund manager-nya. Supaya mereka tahu siapa kokinya," katanya.

Febri juga menambahkan, untuk tahun 2019 kondisi pasar modal tahun 2019 cenderung lebih positif untuk ekuitas. Hal tersebut terlihat dari nilai wajar posisi IHSG saat ini, serta kinerja emiten yang berpotensi tumbuh positif.
Sedangkan untuk fixed income lebih netral dengan pertimbangan tren kenaikan suku bunga global dan nilai tukar rupiah yang relatif melemah.

"Sekarang tahun lalu masih obligasi, tapi tahun ini hampir 50% lebih kita ke saham (reksa dana). Artinya potensinya sangat besar sekali. Jadi tahun 2019 itu adalah tahunnya saham," katanya.

(dni)

 

Sumber : www.okezone.com