Borong 5 Penghargaan, Koran Sindo Unjuk Diri Sebagai Media Berkualitas

11 Feb 2019, 10:55 WIB


SURABAYA – Secara mengejutkan KORAN SINDO borong lima penghargaan dalam Awarding Night Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Indonesia Print Media Awards (IPMA) di Gedung Siola Surabaya, pada Kamis lalu (7/2/2019).

Lima penghargaan bergengsi berhasil disabet diantaranya Silver Winner The Best of Nation Newspaper IPMA 2019 dan Silver Winner The Best of Nation Newspaper IYRA 2019.

Tak hanya itu, KORAN SINDO Batam pun berhasil merebut Silver Winner The Best of Investigation Reporting Newspaper IPMA 2019 dan Silver Winner The Best of Infographics Newspaper IPMA 2019. Satu lagi Penghargaan berhasil diraih KORAN SINDO Manado yang merebut Silver Winner The Best Newspaper in Sulawesi Region IPMA 2019.

Pemimpin Redaksi KORAN SINDO Djaka Susila menuturkan, penghargaan Silver Winner dari SPS kepada Gen Sindo ini merupakan hasil dari kerja keras teman-teman tim Gen Sindo. Selama ini ada tim kreatif yang bekerjasama untuk membangun halaman Gen Sindo agar menjadi tolok ukur media anak muda.

“Saya kira, kita telah berhasil karena kita beberapa kali dapat gold medali. penghargaan ini adalah motivasi bagi kami untuk terus berkarya,” ujar Djaka.
Penghargaan yang diterima KORAN SINDO juga menjadi bukti dalam menjawab tantangan saat ini. Konten serta tampilan yang disuguhkan mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam penghargaan itu, perusahaan media yang berhadapan dengan era disrupsi teknologi dipreduksi tak akan pernah mati. Spirit yang dibawa perusahaan media dalam Awarding Night Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan Satu Dekade Indonesia Print Media Awards (IPMA).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan, disrupsi teknologi yang dihadapi perusahaan media harus diimbangi dengan perbaikan sumber daya manusia (SDM). “Sehingga pola pikir dan cara baru yang harus diubah. Teknologi bisa ditaklukan, industri pers tak akan pernah mati,” katanya

Saat ini, banyak platform dari perusahaan media yang berbeda. Ada perubahan dalam kecepatan penyampaian informasi. “Kita harus tingkatkan profesionalisme para jurnalis untuk menajamkan isi berita,” katanya.

Ia melanjutkan, media sosial saat ini banyak dipenuhi berita hoax. Situasi itu membuat banyak orang akan kembali ke media mainstrem. “Cara pikir dan profesionalisme harus dikembangkan,” tukasnya.

 

Sumber : www.mncupdate.com