Dewan Komisaris membentuk Komite Audit guna membantu fungsi pengawasan Perseroan, untuk mencapai hasil kerja yang efisien dan efektif, Perseroan telah menyusun dan mengesahkan pedoman kerja dalam bentuk Piagam Komite Audit (Audit Commitee Charter).

Komposisi dan Profil Komite Audit

Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan terdiri dari pihak-pihak independen sebagai berikut:

Ketua (Chairman) :  Kardinal Almasyah Karim
Anggota (Member) :  Mohamed Idwan Ganie
Anggota (Member) :  Hery Kusnanto


Sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 014. Kep. Kom/BMTR-CL/VIII/15 tanggal 18 Agustus 2015, terdapat perubahan susunan Komite Audit yang diketuai oleh Komisaris Independen dan terdiri dari pihak-pihak independen sebagai berikut:

Ketua (Chairman) :  Beti Puspitasari Santoso
Anggota (Member) :  John Aristianto Prasetio
Anggota (Member) :  Hery Kusnanto
Anggota (Member) :  Mohamed Idwan Ganie


Beti Puspitasari Santoso
Profil Beti Puspitasari Santoso yang menjabat sebagai Ketua Komite Audit sekaligus Komisaris Independen Perseroan dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris.


John Aristianto Prasetio
Profil John Aristianto Prasetio yang menjabat sebagai Anggota sekaligus Komisaris Independen Perseroan dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris.


Hery Kusnanto
Hery Kusnanto yang lahir di Yogyakarta pada tahun 1950 dan lulus dari Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1975 ini, mengawali karir profesionalnya sebagai Partner dari Hanadi Sujendro & Co., Member Firm of KPMG International (1986-1989), selagi menjabat beliau juga bergabung di PPM Jakarta (1979-1989) sebagai Audit Manager dan di Direktorat Jenderal Pengawasan Keuangan di Departemen Keuangan Republik Indonesia (1975-1979) sebagai Staf Auditor hingga akhirnya bergabung di Perseroan pada tahun 1990 dan memegang posisi di beberapa unit usaha Perseroan. Beliau pernah duduk dalam jajaran Direksi PT MNC Sky Vision (MSV) pada tahun 2008 hingga kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Independen MSV pada April 2011 dan menjabat hingga saat ini.


Mohamed Idwan Ganie
Profil M. Idwan Ganie yang menjabat sebagai Anggota sekaligus Komisaris Independen Perseroan dapat dilihat pada bagian Profil Dewan Komisaris.


Dasar hukum penunjukan dan periode jabatan Komite Audit adalah sebagai berikut:


Independensi Komite Audit Perseroan dapat dilihat dari susunan keanggotaan yang terdiri dari 3 orang Komisaris Independen dan 1 orang dari luar Perseroan.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Tanggung jawab Komite Audit dalam membantu Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan di Perseroan, secara garis besar tercantum dalam Piagam Komite Audit sebagai berikut:

  • Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada Publik dan/atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
  • Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
  • Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.
  • Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.
  • Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan Auditor Internal.
  • Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
  • Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
  • Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.
  • Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi Perseroan.


Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit


Pelaksanaan kegiatan Komite Audit pada tahun 2015, sebagaimana tertuang dalam Piagam Komite Audit Perseroan, adalah sebagai berikut:

  • Melakukan penelahaan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan Perseroan kepada Publik dan/atau pihak otoritas, antara lain laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
  • Melakukan penelaahan atas ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
  • Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.
  • Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan dan imbalan jasa.
  • Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh Auditor Internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan Auditor Internal.
  • Melakukan penelaahan terhadap aktivitas pelaksanaan manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau risiko di bawah Dewan Komisaris.
  • Menelaah pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
  • Menelaah dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan Perseroan.
  • Menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi Perseroan.


Rapat Komite Audit


Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan Piagam Komite Audit Perseroan, rapat Komite Audit dilaksanakan secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Seluruh rapat dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit dan disampaikan kepada Dewan Komisaris.

Pada tahun 2015 rapat Komite Audit dilaksanakan sebanyak 4 kali, yaitu pada bulan Maret, Mei, September dan November.

Catatan kehadiran rapat adalah sebagai berikut:


Laporan Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit

Komite Audit telah mengadakan pertemuan secara teratur sepanjang tahun 2015, dengan hasil penelaahan sebagai berikut:

  1. Komite Audit menelaah Laporan Keuangan Konsolidasian untuk Tahun Buku 2015 yang telah diaudit oleh Auditor Eksternal, Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny (Deloitte). Pembahasan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian mencakup dampak implementasi PSAK dan ISAK yang berlaku efektif tahun 2015. Auditor Eksternal bersama-sama dengan Komite Audit juga melakukan pembahasan perihal laporan keuangan audit anak perusahaan, pertimbangan kritis akuntansi pada anak perusahaan, estimasi akuntansi signifikan, kasus hukum, serta isu dan transaksi signifikan di tahun 2015. Laporan Keuangan Konsolidasian Audit telah terbit dengan opini wajar tanpa pengecualian.

    Atas perikatan audit yang dilakukan dengan Auditor Eksternal, Komite Audit berpendapat bahwa proses audit dilakukan dengan tingkat integritas dan profesionalisme yang tinggi sehingga tidak ada alasan untuk mempercayai adanya benturan kepentingan yang dapat mempengaruhi independensi dari pihak Auditor.
  1. Komite Audit menelaah aktivitas operasional dan kondisi keuangan Perseroan yang tercermin dalam Laporan Keuangan kuartal I, II dan III di tahun berjalan.
  1. Komite Audit melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan audit di tahun 2015, serta pelaksanaan tindak lanjut atas temuan yang dilakukan oleh Unit Audit Internal. Aktivitas audit yang dilakukan Unit Audit Internal sampai dengan kuartal III tahun 2015, dikelompokkan berdasarkan penugasan per lini (cluster) usaha, dengan komposisi penugasan terbanyak yaitu sebesar 67% berasal dari lini usaha Pay-TV, kemudian dari lini usaha TV FTA sebesar 15% dan dari lini usaha lainnya (Sindo Media, Broadband & Infrastructure, New Media, Holding dan unit usaha Pictures) sebesar 18%, di mana di dalamnya mencakup aktivitas IT Audit.

    Dalam melakukan penelaahan, Komite Audit juga meminta penjelasan atas metode yang dilakukan dalam penilaian (assessment) risiko per unit dalam tahun berjalan, serta mengenai efektifitas dan proses Whistleblowing System (WBS) yang dijalankan di Perseroan. Komite Audit juga mendapatkan pejelasan terkait proyek Compliance & Control Self-Assessment (CCSA) yang mulai dibangun pada akhir 2014.
  1. Komite Audit melakukan penelaahan atas aktivitas legal yang mencakup ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundangan yang berlaku termasuk ketaatan penyampaian atas keterbukaan informasi kepada badan regulasi pasar modal. Komite Audit juga melakukan pembahasan atas proses litigasi Perseroan baik yang baru muncul di tahun berjalan maupun perkembangan kasus yang muncul dari tahun sebelumnya.

Dalam menjalankan tugasnya untuk membantu Dewan Komisaris atas fungsi pengawasan, Komite Audit mendapat dukungan, antara lain dengan tersedianya akses informasi, serta adanya sikap kooperatif dari manajemen Perseroan dan pihak-pihak yang terkait yang tanggap dalam memberikan klarifikasi dan hadir dalam rapat-rapat yang diselenggarakan.